562 tayangan
diinformasikan dalam Penipuan Lewat Telpon oleh (130 poin)
Berikut ini adalah penjabaran narasi saya mengenai tindak penipuan yang baru saja alami. Penjabaran secara nnarasi ini Saya tujukan untuk menjadi laporan yang selanjutnya dapat diteruskan ke kepolisian atau pihak lain yang relevan.

Jumat, 25 Desember 2015, saya mendapatkan kontak oknum yang hendak menyewakan unit apartemen Margonda Residence 2 dari salah seorang teman saya yang bertemu dengan oknum tersebut di lift apartemen Margonda Residence 2 sekitar dua bulan lalu. Oknum tersebut mengaku bernama Ulfa. Dia menawarkan sewa unit apartemen, satu unitnya Rp 1.500.000 per bulan, dengan uang deposit Rp 500.000. Mengetahui tawaran yang relatif murah tersebut (Sewa unit Margonda Residence 2 biasanya sekitar 2 juta rupiah), saya pun menghubungi Ulfa lewat telepon pada sekitar pukul 15.00 WIB (25/12/2015). Nomor telepon Ulfa adalah 085211832211 (Telkomsel).

Melalui telepon, Ulfa mengaku memiliki beberapa unit apartemen yang siap disewakan. Saya meminta Ulfa untuk bertemu dengan Saya keesokan harinya (26/12/2015) untuk mengecek kondisi kamar yang hendak Saya sewa. Namun keesokan harinya, Ulfa mengaku sedang memiliki kesibukan (selanjutnya dia mengaku berada di rumah suaminya di Purbalingga). Ulfa pun menawarkan Saya untuk melihat sendiri kamar yang hendak disewakan kepada Saya, dengan catatan Saya harus mentransfer uang deposit terlebih dahulu sebesar Rp 500.000. Ulfa juga mengatakan bahwa kunci kamar yang hendak disewakan bisa diambil di loker (mailbox unit apartemen). Saya mencoba mengklarifikasi "apakah tidak berbahaya menaruh kunci apartemen di Mailbox?", Ulfa menjawab dengan menyatakan bahwa selama ini tidak pernah ada masalah dan para penyewa sebelumnya juga menggunakan sistem yang sama ketika menyewa unit padanya.

Saya mencurigai gelagat penipuan tersebut dan berniat membuktikan apakah benar Ulfa berniat melakukan penipuan. Saya pun akhirnya menawar uang muka (deposit) yang harus ditransfer dari Rp 500.000 menjadi senilai Rp 150.000, dengan sisa uang muka akan saya bayar setelah melihat kamar. Ulfa pun setuju. Saya pun mentransfer Rp 150.000 kepada Ulfa, melalui internet banking ke nomor rekening BNI 0376987791 atas nama Ibu MARIA ULFA. Setelah saya melakukan transfer, Ulfa mengatakan bahwa saya belum bisa melihat kamarnya karena sedang dibersihkan oleh orang suruhannya. Saya pun diminta menunggu hingga pukul 13.30. Ulfa pun juga menyebutkan bahwa kunci unit dapat diambil di loker kamar H709. Saya yang mengetahui bahwa tidak ada unit H709 di Apartemen Margonda Residence 2 pun menyadari bahwa Ulfa telah melakukan penipuan. Selanjutnya, saya menelpon Ulfa beberapa kali, tetapi tidak ada jawaban darinya.

Gelagat penipuan yang dilakukan sebenarnya memang sudah cukup kentara, dari harga sewa yang secara signifikan relatif lebih murah, pengakuan Ulfa bahwa memiliki banyak unit, hingga pernyataan menaruh kunci di dalam loker. Kerugian materi yang Saya alami juga tidak terlalu besar. Namun menurut Saya, modus penipuan ini sangat penting dan mendesak untuk segera diusut agar tidak terdapat korban lain yang tertipu, mengingat modus ini merupakan modus penipuan yang baru.

Demikian laporan saya, untuk foto-foto bukti transfer maupun screenshot pesan singkat saya dengan Ulfa akan dengan senang hati saya susulkan apabila diperlukan. Atas respon cepat yang diberikan oleh laporpolisi.com, Saya ucapkan banyak terima kasih.
Rp 150.000
Bagikan laporan ini

hosting

1 Jawaban

answered oleh (360 poin)
Wah kasusnya miri apa yang pernah kakak saya alami.

Informasi Modus Penipuan Dan Kejahatan terkait

0 saran 31 tayangan
0 saran 258 tayangan
0 saran 104 tayangan
cybercrime
Situs ini adalah media sosial online independent sharing berbagai bentuk informasi, dan kejahatan Cyber-Crime yang melanda dan terjadi di dunia maya internet online. Serta ikut partisipasi dalam memerangi segala tindakan kejahatan pada dunia maya. Terima kasih atas kontribusi semua pihak di media sosial ini dan semoga bermanfaat, amiin...
...