98 tayangan
diinformasikan dalam Penipuan Lewat Telpon oleh (120 poin)
diedit oleh

Saya mau berbagi cerita yang terjadi pada hari minggu 7 Januari 2018, awalnya Bapak saya mendapatkan telepon dari nomor tidak dikenal 081372234985, ada percakapan seperti kata-kata : "ini dengan ..., masa tidak kenal saya ?!" bapak saya yang sembari mengingat-ingat dan hampir menebak-nebak menjawab "oo.. bapak anu yang dari cijerah ?" dan si penelpon langsung mengiyakan, kemudian percakapan berakhir dengan rencana si penelpon hendak berkunjung ke rumah.

Selang waktu beberapa jam si penelpon tadi menghubungi untuk yang kedua kalinya dan pada saat inilah aksinya dimulai. Modusnya dengan meminta bantuan karena kena tilang saat ada razia gabungan ketika menuju rumah kami, awalnya berbicara seperti tergesa-gesa, panik, tapi kemudian intonasi nada si penelpon seakan-akan meninggi seperti marah dan memerintah.

Pada telepon kedua ini, si penelpon terus menerus berbicara dengan cepat dan sempat melontarkan beberapa pertanyaan yang hanya memberi kesempatan bapak saya untuk menjawab "ya.. ya.. ya.." saat inilah sepertinya hipnotis sudah bekerja. Pada percakapan selanjutnya mulai ada instruksi-instruksi aneh seperti :

  • tidak boleh menyampaikan kejadian tersebut kepada orang lain, seakan-akan mengisolasi calon korban dari lingkungan luar.
  • telepon tidak boleh dimatikan walau kemanapun pergi.
  • si penelpon mendiktekan nomor lain untuk dicatat yaitu 081211599086 atau 081295938706 yang katanya milik polisi yang melakukan tilang.


Kemudian percakapan dialihkan kepada seseorang yang mengaku polisi dan berdalih mau membantu meringankan sanksi tilang sehingga terjadi negosiasi uang yang harus dibayar. Nominal yang tersebutkan awalnya sebanyak Rp.1.700.000 entah karena pengaruh hipnotis atau apa, seakan-akan bapak saya terbawa arus kejadian yang diplot itu, bahkan adegan pembicaraan di telepon itu sampai memunculkan orang keempat yang mengaku sebagai komandan dari polisi tersebut.

Setelah berganti-ganti subjek penelpon, si penelpon pertama kemudian polisi lalu komandan polisi dan akhirnya kembali ke penelpon pertama, seperti berputar-putar yang membuat linglung lawan bicaranya (dalam kejadian ini bapak saya), akhirnya si penelpon meminta sejumlah uang Rp.300.000 yang harus ditransfer, itupun dalam bentuk pulsa ke nomor yang dicatat sebelumnya.

Menurut pengalaman saya ini, korban yang terhipnotis memang sadar dan bisa berkomunikasi dengan orang lain, tetapi korban tidak bisa berpikir jernih dan rasional sehingga bakal tetap melakukan apa-apa yang diinstruksikan di telepon.

Semoga kita dilindungi dari kejahatan dan orang-orang dengki.

0 rupiah
Bagikan laporan ini

Informasi Modus Penipuan Dan Kejahatan terkait

0 saran 36 tayangan
diinformasikan 26 Nov 2017 dalam Pencurian oleh Betawi1nd (120 poin)
0 saran 592 tayangan
0 saran 51 tayangan
0 saran 52 tayangan
0 saran 55 tayangan
diinformasikan 11 Des 2016 dalam Penipuan Lewat Telpon oleh Alfin F. Hakim (120 poin)
0 saran 76 tayangan
diinformasikan 4 Nov 2016 dalam Penipuan Lewat Telpon oleh Masan (120 poin)
0 saran 86 tayangan
diinformasikan 10 Jan 2016 dalam Penipuan Lewat Telpon oleh Jaka Kumoro (120 poin)
cybercrime
Situs ini adalah media sosial online independent sharing berbagai macam informasi berita kriminal (cyber crime) yang terjadi dan melanda di dunia online internet. Serta ikut andil dalam memerangi segala tindakan kejahatan , khususnya di internet cyber. Terima kasih atas kontribusi semua pihak di media sosial ini dan semoga bermanfaat, amiin...
...