248 tayangan
diinformasikan dalam Penipuan Toko Online oleh (160 poin)
diedit oleh
Pada tanggal 19 September 2015 kami melakukan pemesanan ke kicaumas.com. kami memesan burung murai medan lengkap dengan sangkar seharga Rp 7.500.000,- (sudah termasuk ongkos) melalui telfon & BBM dengan no telp 0817220544. Sebelum kami melakukan pembayaran, kami telah meminta data-data penjual seperti KTP, SIM, & SIUP yang mereka kirim via BBM. Setelah kami melakukan pembayaran melalui transfer ke rekening Muamalat a/n. Doni Indrayana dengan no rekening a/c.452-000-6175, mereka mengirimkan bukti (resi) pengiriman barang melalui "Angkasa Pura" dengan no Reg 9998700027 dengan janji akan mengirimkan barang yang kami pesan tersebut siang hari Tgl 19 September 2015. Setelah mendapat no resi tersebut, kami melakukan pengecekan langsung ke  Angkasa Pura Medan, dan ternyata data kami tidak ada di Angkasa Pura Medan. Setelah kami komplain ke Bapak Doni selaku penjual, dia mengatakan bahwa barang yang kami pesan tersebut sudah sampai di Bandara Soekarno Hatta Jakarta. Setelah itu kami ditelfon oleh Bapak Sucipto  dengan no 0817425402 dimana dia mengaku sebagai orang Angkasa Pura Jakarta. Dia memberitahukan bahwa barang yang telah kami pesan telah berada di Jakarta. Dia meminta kami mentransfer sebesar Rp 14.000.000 sebagai uang jaminan untuk mengirimkan burung tersebut ke Padang. Dai menjanjikan setelah burung dikirimkan, dia akan mengembalikan uang jaminan tersebut, tetapi kami sudah mulai curiga dan tidak mengirimkan dana jaminan tersebut.
Rp 7.500.000
Bagikan laporan ini

hosting

1 Jawaban

answered oleh Kontributor (6.6k poin)
diedit oleh

Yth Asrul...

Terimakasih atas informasi yang saudara berikan kepada kami. Mohon maaf utk web www.kicaumas.com saat ini sudah tidak aktif lagi, kami tidak bisa melakukan pengecekan siapa pemilik website tersebut... terkait masalah penipuan online sudah pernah sy ulas di beberapa pertanyaan atau laporan serupa yaitu sebagai berikut :

Untuk kasus penipuan online, Polri menganut teori Locus Delicti yaitu teori tentang lokasi dimana kejahatan itu terjadi atau lokasi dimana akibat dari kejahatan itu terjadi

Sebagai contoh misalkan korban berdomisili di jakarta, saat terjadi penipuan online, korban mentransfer uang tersebut melalui ATM atau m-banking di jakarta. Maka korban bisa melaporkan kasus penipuan online tersebut ke kantor polisi terdekat, disarankan agar melapor ke Direktorat Kriminal Khusus yang ada di Polda Metro Jaya.

Contoh lain, korban berdomisili di jakarta, saat terjadi penipuan online, korban sedang berada di Semarang, korban mentransfer uang melalui ATM atau m-banking di Semarang. Maka korban melaporkan kasus penipuan online tersebut ke Direktorat Kriminal Khusus di Polda Jawa Tengah, bukan di Polda Metro Jaya

Nah, untuk membuat Laporan Polisi atas kasus penipuan online tersebut, dilakukan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) yang ada di Polda. Layanan SPKT ini buka selama 24 Jam, jadi kapanpun bisa menerima Laporan atau Pengaduan dari masyarakat. Mekanisme nya ada DISINI

Layanan di SPKT ini bersifat offline, artinya apa? Pelapor harus datang sendiri ke SPKT karena ada beberapa form yang harus diisi langsung oleh pelapor/korban. Selain itu, sebelum diterbitkan Laporan Polisi, maka pelapor akan diikutsertakan dalam Gelar Perkara yang dilaksanakan oleh Ka Siaga atau petugas piket yang ada di SPKT tersebut.

Syarat-syarat yang harus dilengkapi adalah sebagai berikut :

1. KTP atau Kartu Identitas lainnya yang masih berlaku

2. Bukti percakapan antara korban dengan pelaku (bisa berupa print out BBM messages, WA, SMS dan lain-lain), caranya bagaimana? Percakapan tersebut anda capture lalu anda print dan diurutkan sesuai dengan urutan percakapan mulai dari awal hingga terjadinya penipuan tersebut

3. Bukti transfer (bisa berupa slip transfer bank, print out transfer melalui ATM atau bukti berupa sms dari m-banking)

4. Bukti berupa kata-kata bohong, yaitu foto barang yang dijanjikan akan dikirim (bila ada)

5. Apabila anda didampingi oleh pengacara atau penasihat hukum, jangan lupa buat Surat Kuasa atau Surat Penunjukan Penasihat Hukum karena surat kuasa atau surat penunjukan ini biasanya akan diminta oleh petugas di SPKT

6. Setelah laporan anda diterima dan dinyatakan lengkap, nanti anda akan diberi form Laporan Polisi model B. Namun apabila laporan anda dinyatakan belum lengkap, maka anda akan diberi Tanda Bukti Penerimaan Pengaduan. Kalau menurut saya, antara Laporan Polisi atau Tanda Bukti Penerimaan Pengaduan itu sama saja yang penting laporan/atau pengaduan sudah diterima oleh pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.

Untuk lebih banyak mengetahui modus-modus penipuan baik modus online maupun offline, silakan kunjungi web saya DISINI

Semoga jawaban ini bermanfaat...dan semoga kasus ini dapat segera ditindaklanjuti oleh Polda setempat. Amin yaa rabbal alamin...

Informasi Modus Penipuan Dan Kejahatan terkait

0 saran 120 tayangan
0 saran 72 tayangan
0 saran 96 tayangan
0 saran 170 tayangan
cybercrime
Situs ini adalah media sosial online independent sharing berbagai bentuk informasi, dan kejahatan Cyber-Crime yang melanda dan terjadi di dunia maya internet online. Serta ikut partisipasi dalam memerangi segala tindakan kejahatan pada dunia maya. Terima kasih atas kontribusi semua pihak di media sosial ini dan semoga bermanfaat, amiin...
...